Amplifier Mobil – Tips Memilih Amplifier Mobil

Amplifier Mobil – Tips Memilih Amplifier Mobil

Amplifier mobil yang memegang peranan penting dalam kualitas suara audio mobil. Dalam bidang audio, khususnya audio mobil atau car audio, amplifier mobil biasa dikenal juga dengan sebutan power. Penggunaan amplifier dalam sistem audio mobil bertujuan untuk dapat menguatkan signal suara sound audio yang berasal dari main source atau head unit yang kemudian akan dialirkan ke speaker.

Jadi amplifier bertugas menerima sinyal suara dari source dan mengolahnya agar sinyal suara car audio memiliki tenaga yang lebih besar dan kuat sehingga speaker sound mobil mampu mengeluarkan suara yang maksimal karena mendapatkan asupan tenaga yang dibutuhkannya dalam mengeluarkan gelombang suara.

1.    Budget
Hal paling penting yang mendasari pemilihan sebuah Amplifier adalah berapa budget kita, Anda harus memilih jumlah saluran berdasarkan sistem Anda saat ini. Jika Anda memiliki subwoofer, Anda harus mempertimbangkan amplifier mobil dengan dua atau lebih saluran stereo dan satu saluran mono yang akan memberikan bass yang super yang ingin di nikmati.

2.    Mengevaluasi daya perangkat
Kemampuan teknis perangkat merupakan salah satu faktor yang paling penting untuk menentukan pilihan. Ada dua jenis tindakan kekuatan untuk diperhatikan.
– Kekuasaan RMS jumlah daya terus menerus yang diberikan perangkat ke speaker. RMS daya amplifier harus cocok dengan speaker.
– Ukuran lain adalah daya maksimal dari amplifier mobil. Ini untuk menunjukkan seberapa banyak watt pada perangkat ini yang mampu digunakan untuk peningkatan low dalam suara. Daya maksimal  ini selalu lebih tinggi dari jumlah daya RMS.
Pilih amplifier dengan nilai RMS (watt) yang besar dan THD-nya yang kecil

3.    Carilah kemampuan dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan
Ambil contoh power 2 channel yang biasanya dipakai menggerakkan 2 kanal speaker (kiri dan kanan). Atau bila sebuah power berspesifikasi 4 channel, berarti power bisa digunakan untuk membunyikan 4 kanal speaker (depan-belakang dengan masing-masing kiri dan kanan). Dan sesuaikan daya / RMS amplifier dengan kebutuhan speaker yang akan digunakan.

4.    Type-type amplifier
Amplifier untuk penggunaan car audio, secara umum dikenal dengan jenis multi channel dan monoblock. Amplifier multi channel umumnya digunakan untuk menguatkan keluaran (output) sinyal car audio dalam bentuk arus listrik ke speaker (Tweeter, Midrange, Midbass ataupun speaker Coaxial), sedangkan untuk yang jenis monoblock, biasa digunakan khusus untuk menguatkan sinyal yang akan dialirkan ke Subwoofer yang sangat membutuhkan daya yang besar.

Sedangkan secara khususnya, amplifier mobil dikenal juga dengan beberapa jenis amplifier, yaitu jenis kelas A, B, AB, D, Hybrid, Tube (Tabung), sound mobil murah dan masing-masing jenis memiliki karakter, daya output yang berbeda-beda, yaitu :

Class A : Memiliki kualitas yang paling baik untuk menghasilkan kualitas suara. Harga untuk jenis ini umumnya dibanderol dengan harga yang sangat mahal, akan tetapi itupun tergantung dari merk-nya dan ada juga yang murahnya.

Class B : Tidak cepat panas dan tidak boros tenaga, menghasilkan suara car audio yang cukup baik.

Class AB : Adalah yang paling banyak digunakan oleh pemain cars audio, dapat lebih efisien dan fleksibel untuk digunakan dalam system dan memiliki kualitas lebih baik dari kelas B.

Class D : Jenis ini paling banyak dipakai untuk men-drive subwoofer dan digunakan untuk konsep SPL (Sound Pressure Level) karena amplifier class D memiliki daya (Watt) yang besar dan mampu dibebani hingga dibawah 1 Ohm, sehingga mampu menghasilkan suara bass yang lebih dynamic dan biasanya jenis class D itu adalah monoblock amplifier.

Hybrid : Jenis amplifier ini adalah sound mobil murah yang komponennya elektroniknya menggunakan transistor dan juga tube (tabung), namun tetap dapat dimiliki dengan harga audio murah yang masih terjangkau.

Tube/Tabung : Type amplifier bisa membuahkan mutu nada yang lebih terbaik dengan ciri-ciri vokal terdengar lebih alami, tipis serta kaku/kering, namun type amplifier tabung, biasanya mempunyai harga yang benar-benar tinggi untuk mempunyainya.

Kesimpulan:
– Kelas D unggul dalam efisiensi tapi lemah dalam kualitas reproduksi suara.
– Kelas B umumnya mendapatkan distorsi crossover, jauh dari Kelas D dalam efisiensi.
– Kelas AB merupakan topologi yang paling mendekati dengan kata ideal.
– Kelas A merupakan yang paling linear, non efisien, panas dan paling mahal.

5.    Heatsink (Casing)
Dapat kita sebut sebagai material yang dapat menyerap dan mendisipasi panas dari suatu tempat yang bersentuhan dengan sumber panas dan membuangnya.
Luas area heatsink akan menyebabkan disipasi panas menjadi lebih baik karena akan memperluas area pendinginan yang dapat mempercepat proses pembuangan panas yang diserap oleh heatsink.
Desain permukaan dasar heatsink sampai pada ”mirror finish” atau tingkat kedatarannya tinggi sehingga dapat menyentuh permukaan sumber panas lebih baik dan merata. Hal ini dapat menyebabkan penyerapan panas lebih sempurna.
konduktivitas panas dari sebuah heatsink adalah faktor utama suatu heatsink dapat mendisipasi panas dengan baik.
Bahan logam yang sering digunakan dalam bahan dasar heatsink adalah :

1.Silver/perak
memiliki tingkat konduktivitas tertinggi tetapi dengan harga yang sangat mahal maka tidak dimungkinkan para produsen untuk membuat dan memasarkan produk pendingin dengan bahan dasar ini.

2.Copper atau Tembaga
Memiliki konduktivitas tertinggi ke 2 sehingga penyerapan panasnya juga baik. Tembaga memiliki sifat menyerap panas dengan cepat tetapi tidak bisa melepaskan panas dengan cepat sehingga bisa terjadi penumpukan panas pada 1 tempat. Selain itu kekurangan yang menyertainya yaitu memiliki berat yang lebih besar dari pada aluminium, harga yang mahal, dan proses produksi yang rumit.

3.Aluminium
Memiliki tingkat konduktivitas dibawah tembaga sehingga penyerapanya kurang sepurna, tetapi memiliki kemampuan terbalik dengan tembaga yaitu memiliki kemampuan melepas atau mengurai panas dengan baik tetapi bahan aluminium kurang baik dalam penyerapan panas dan memiliki harga yang lebih rendah dengan berat yang ringan.

4.Penggabungan antara kedua material
Merupakan kombinasi yang sangat baik. Disatu sisi tembaga dapat menyerap panas dengan cepat dan dan disisi lain aluminium dapat melepaskan panas yang diserap oleh tembaga. Kombinasi ini digunakan oleh para produsen heatsink untuk memproduksi produk heatsink mereka dengan kombinasi 2 material pendingin ini.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cart
Your cart is currently empty.