Speaker Mobil – Tips Memilih Speaker Mobil

Speaker Mobil – Tips Memilih Speaker Mobil

Speaker mobil yang suaranya jernih, dan enak didengar merupakan dambaan semua penggemar audio mobil. Berikut adalah beberapa tips memilih speaker mobil yang tepat untuk mobil Anda.

1. Budget
Hal yang pasti kita pertimbangkan pertama sebelum membeli adalah berapa anggaran yang akan kita siapkan untuk dapat membangun sistem audio mobil kita?  Brand/merk  adalah hal yang sangat berpengaruh kepada budget/anggaran yang telah disiapkan.

Untuk kita yang berminat menggunakan power dari Headunit carilah speaker berapa pun harganya yang tidak melebihi kapasitas internal power dari Headunit tersebut yang mana rata-rata power handlingnya (RMS) sekitar 25-45 Watt

Sedangkan jika kita ingin menggunakan external power (menambah power amplifer lagi) carilah speaker berapa pun harganya yang sesuai dengan rata-rata power handlingnya (RMS) power tersebut, misal : kita mempunyai power dengan RMS 4x75W maka carilah speaker dengan power handling (RMS) di kisaran 75W

2. Kenali jenis speaker mobil

Speaker split dilengkapi dengan midbass, midrange, tweeter untuk jenis 3-way sedangkan untuk 2-way dilengkapi tweeter dan midbass saja yang terpisah-pisah untuk dijadikan dalam satu set sistem speaker. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan crossover passive yang memiliki fungsi membagi frekuensi suara agar tweeter, midrange dan midbass mendapat frekuensi yang sesuai dengan kemampuannya. Untuk model ini, tweeter harus ditempatkan pada posisi yang baik karena berdampak pada hasil suara di dalam kabin dan tidak bisa asal pasang. Speaker jenis ini memberikan kualitas lebih pada vokal suara secara keseluruhan dan dengan speaker split lebih mudah untuk membuat suara musik sepenuhnya supaya seimbang. Jika diperlukan, speaker 2 way dapat menyesuaikan output dari sistem untuk mengatur suara dan karakteristik pada mobil Anda. Namun perlu diketahui, sulit untuk menemukan speaker untuk mendapatkan suara musik yang baik vokal natural.

Speaker sistem komponen terpasang tweeter terpisah dari woofer untuk memberikan kualitas warna suara terbaik. Musik Anda akan terdengar lebih hidup dinamika suara lebih realistis. Jaringan Crossover pada sistem komponen eksternal ke woofer dan tweeter untuk hasil suara yang lebih baik. Komponen internal berkualitas sehingga lebih tinggi untuk menyesuaikan antara frekuensi dikirim ke driver yang berbeda. Komponen sistem umumnya terbuat dari bahan yang lebih sehingga mampu memberikan dinamika yang luar biasa dan detail suara.

Speaker coaxial mengandung komponen speaker dalam satu konus woofer dalam bentuk yang paling sederhana terdiri dari woofer dan tweeter untuk menghasilkan suara tinggi. Anda bisa memilih speaker coaxial jika ingin mengganti speaker pabrik karena speaker jenis ini lebih simple. Pemasangan speaker coaxial biasanya pada pintu tengah dan merupakan speaker tambahan.

Jenis-Jenis speaker dilihat berdasarkan frekuensi :

1.Subwoofer
Merupakan jenis speaker yang mampu menghasilkan frekuensi suara 20Hz – 200Hz, Sehingga kita dapat mendengarkan nada rendah atau full bass. Biasanya subwoofer dipasang pada speaker aktif komputer, speaker mobil, speaker aktif ruangan dan sebagainya. Untuk pemasangannya tentu membutuhkan box terpisah dengan speaker lainnya. Karena getaran yang dihasilkan cukup tinggi, makanya dibuatkan box tersendiri.

2.Woofer
Merupakan jenis Speaker yang dapat menghasailkan frekuensi rendah yaitu sekitar 40Hz – 1000Hz. Maka suara yang dihasilkan juga akan nge-bass. Jenis ini banyak sekali kita temukan di hampir semua jenis speaker aktif ruangan. Jenis ini banyak sekali dijual di toko-toko elektronik. Disamping itu speaker ini memiliki ukuran yang bermacam-macam, misalnya 4 Inch, 6 Inc, 8 Inc, 10 Inc, 12 Inc dan sebagainya. Untuk hasil suara yang bagus tentu harus dipasang pada box dan biasanya digabung dengan midrange dan tweeter.

3. Midrange
Jenis speaker ini mampu menghasilkan frekuensi menengah sekitar 500Hz – 5000Hz. Oleh sebab itu suara yang dihasilkan terdengar jelas seperti suara kita. Biasanya jenis ini banyak kita temukan pada speaker aktif 3-way.

4.Tweeter
Jenis speaker ini mampu menghasilkan frekuensi sekitar 5000Hz-20.000Hz. Sehingga suara yang dihasilkan akan sedikit melengking. Hampir semua speaker aktif juga dipasang jenis ini agar bunyi seperti melodi gitar, angklung bahkan kaca pecah bisa terdengar dengan jelas. Selain itu speaker jenis ini tanpa menggunakan box juga sudah bisa berfungsi dengan baik.

5.Full range
Merupakan jenis speaker yang mampu menghasilkan nada rendah, menengah maupun tinggi. Oleh sebab itu jenis ini sering digunakan untuk speaker sound system atau luar ruangan. Karena suara yang dihasilkan dapat terdengar dikejauhan.

Apa perbedaan speaker 2-way dan 3-way?

Speaker 2-way :
Speaker mobil yang memiliki 2 sistem speaker yaitu tweeter dan mid bass. Tweeter berguna untuk menghasilkan suara dengan frekuensi tinggi (3 kHz – 20 kHz). Kemudian mid bass untuk menghasilkan suara dengan frekuensi dibawah 3 kHz (mid frekuensi dan low frekuensi). Yang jadi kekurangan speaker 2 way adalah karena speaker mid bass tersebut dipaksa untuk memproduce mid frekuensi dan low frekuensi (30-160 Hz) secara bersamaan.

Speaker 3-way :
Speaker jenis ini memiliki sistem tambahan yg berguna untuk menghasilkan suara mid range saja. Sehingga setiap sistem memiliki tugasnya masing-masing dengan pembagian yang lebih jelas. Karena perbedaan dari besarnya speaker/woofer juga berpengaruh dari frekuensi yang dihasilkan. Sehingga alas an di atas bisa menjadi keunggulan dari speaker 3 way.

Untuk membagi suara berdasarkan frekuensi, dibutuhkan yang namanya crossover.Crossovers ini mengatur sinyal suara yang datang, lalu membaginya kepada speaker. Untuk 2 way speaker, maka crossover membagi suara dengan frekuensi tinggi kepada tweeter, lalu suara mid range dan low dikirim pada woofer(midbass). Nah, untuk speaker 3 way, pembagian suara lebih tertata karena adanya sistem khusus untuk mid range tersebut.

Speaker mobil konvensional biasanya terdiri dari bermacam-macam komponen pembentuk yaitu :

1.  Basket, kerangka dari speaker mobil yang menyangga semua komponen yaitu, cone (konus) magnet, voice coil, terminal, dust cap dan speeder serta surround. Biasanya lubang baut untuk pemasangan speaker juga terdapat pada basket ini.

2.  Cone atau Konus, bagian dari speaker yang bergetar, biasanya dapat terbuat dari bermacam-macam material seperti paper, popypropylene, Kevlar, aluminium, carbon fiber dst nya, masing-masing bahan mempunyai karakteristik dan suara yang khas. Berikut karakter suara dari bahan-bahan tersebut :

• Paper (Kertas)
Smooth, warm, khususnya untuk suara vokal. Salah satu pilihan favorit di kalangan audiophile. Ringan dan cukup kaku, serta mudah dibentuk sesuai kebutuhan produksi. Pun banyak ragam kertas dan bahan dasar yang tersedia. Meski tergolong lawas, namun teknologinya terus dikembangkan oleh produsen speaker ternama dunia. Sebut saja Scans-Speak, Vifa, dan Peerless, rata-rata menggunakan varian paper cone yang telah ditreatment dan diolah khusus. Kertas memiliki karakter suara yang dapat diterima oleh berbagai kalangan, dari umum penggemar musik sampai audiophile. Kertas juga material yang rada ajaib, dimana hasil pengukuran dan suara bisa bertolak belakang.

Kekuatannya adalah kemampuan self damping yang baik, yang menghasilkan resolusi dan detail yang menakjubkan. Grafik respon frekuensinya juga cenderung flat, lantaran minim peak dan dip akibat cone breakup. Biasanya paling efektif pada driver full range atau dengan crossover berslope kecil. Agar dapat digunakan di mobil, konus kertas harus ditreatment khusus. Bila tidak, maka suhu dan kondisi alam dapat mengubah bobot konus dan parameternya, sehingga mempengaruhi karakter suaranya.

• Popypropylene (PP)
Umumnya menghasilkan suara dan panggung yang lebih rapih, dengan tone yang tegas atau jelas, dan definisi midbass yang lebih kuat dibanding kertas. PP juga cenderung menghasilkan frekuensi high yang lebih baik, minim peak atau resonansi. Juga menjadi bahan favorit di kalangan produsen lantaran sifatnya yang relatif rigid, dan memiliki kemampuan damping yang cukup baik. Tampilan asli PP berwarna putih atau rada transparan. Namun oleh produsen biasanya direinforce lagi dengan mica, talc, carbon black, akrilik, fiberglass, Kevlar dan bahan lain. Makanya wujudnya bisa bermacam-macam.

• Kevlar
Ringan dan sangat kaku, menghasilkan suara yang jelas dan terkesan bersih, namun rada kering. Itu lantaran kemampuan damping atau meredam resonansi yang kurang baik, terutama pada frekuensi tinggi. Soal karakter, kevlar mirip dengan metal cone, namun dengan kemampuan damping (meredam) resonansi frekuensi tinggi yang lebih baik. Beberapa produsen menggunakan bahan baju antipeluru ini pada lini paling mahal mereka. Adalah Focal dan Eton yang mulai mempopulerkan penggunaan kevlar pada pertengahan 1980-an. Namun, Eton menambah lapisan bahan Nomex (digunakan pada baju anti-api) untuk membantu damping-nya.

Kini, Scan-Speak dan Audax juga menggunakan kevlar, namun seperti Eton, mereka menggunakan struktur sandwich dengan kombinasi bahan lain. Dalam hal ini, peranan desainer speaker sangat besar. Dengan rancangan crossover yang tepat, kevlar akan menghasilkan suara dengan respon yang sangat baik. Bila suka dengan karakter suara gesit dan tegas, terutama pada frekuensi tinggi, Anda dapat mempertimbangkan speaker berbahan kevlar.

• Aluminium
Belakangan ini kerap digunakan oleh produsen speaker. Dengan rigiditas yang sangat baik, dan bobot enteng, konus aluminium menghasilkan distorsi paling kecil yang minim coloration (berlaku juga untuk metal cone yang lain, semisal magnesium). Akan tetapi, itu hanya pada rentang frekuensi tertentu. Soalnya, metal cone juga memiliki kelemahan mendasar, yakni resonansi akibat cone break-up, terutama pada frekuensi tinggi. Untuk speaker mobil dengan konus berdiamater 6,5 inci, resonansi biasanya terdengar pada 5 kHz (bisa sampai 12dB!).

Dengan karakter seperti itu, aluminium atau metal cone sebaiknya digunakan pada frekuensi rendah (makanya subwoofer banyak yang menggunakan konus aluminium), atau dengan desain crossover yang spesifik, biasanya memakai slope sangat curam dan beberapa notch filter untuk menjinakkan peak. Lain lagi untuk speaker fullrange yang berukuran kecil, semisal Jordan. Dengan ukuran kecil, maka resonansinya akan bergeser jauh ke rentang yang sudah terlalu tinggi, jadi kurang terdengar oleh kuping.

• Carbon Fiber
Penggunaan dan karakternya hampir sama dengan kevlar, namun proses produksinya tidak gampang. Alhasil, tak semua pabrikan mampu menghasilkan speaker Carbon Fiber yang baik. Versi tercanggih dapat dilihat pada produk TAD buatan Jepang. Meski mahal, namun banyak yang menyebut kualitasnya sulit ditandingi. Namun kini, dengan harga bahan baku yang lebih murah, Vifa dan Audax pun membuatnya. Meski begitu, Jepang tetap menjadi pionir dengan menawarkan teknologi terbaik. Kelebihan speaker mobil dengan konus carbon fiber adalah respon frekuensi yang sangat tepat dan presisi. Bas dan midbas solid dan kuat, namun juga diikuti dengan resonansi cone break-up yang cukup tinggi. Lagi-lagi desain crossover sangat penting untuk menjinakkan peak. Bila desainnya tepat, maka speaker dengan carbon akan menghasilkan suara yang sangat detail dengan tonal yang tepat.

3.  Speeder kadang disebut juga spider, adalah anyaman bahan tertentu yang fungsinya menahan konus dan tempat menempelnya konus ke basket. Berfungsi juga sebagai pegas dan biasanya kekuatan speeder ini juga menentukan jarak travel speaker (X max).

4.  Surround terdapat di sekeliling konus, fungsinya hampir sama dengan speeder, yaitu menyatukan konus dengan basketnya dan juga berfungsi sebagai pegas.Banyak material yang umum dipakai sebagai surround, yaitu busa (foam), butyl rubber, anyaman kain yang telah direinforced/ ditreatment dst nya.

5.  Voice coil adalah inti atau bagian terpenting dari speaker, di sini terjadi perubahan antara energi listrik menjadi energi gerak (motion). Gulungan koil bergerak dengan core magnet sebagai porosnya yang disebabkan oleh energi listrik yang dihasilkan oleh power amplifier atau power internal HU.

6.  Dust Cap, sebagai tutup voice coil, bentuknya bisa bermacam-macam konvensional adalah cembung, kadang ada yang berbentuk seperti peluru, dst nya. Sebenarnya fungsi dari dust cap adalah supaya debu tidak masuk kedalam voice coil, tapi ada fungsi tambahan pula yakni sebagai pengontrol dispersi suara.

7.  Terminal, tempat di mana ujung dari voice coil akan dihubungkan dengan kabel speaker, biasanya ada polaritas yaitu +(positive) dan – (Negative). Harus diperhatikan secara cermat bahwa pemasangan kabel speaker tidak boleh terbalik polaritasnya. Bila terbalik akan menyebabkan Cancellation atau saling menghilangnya frekuensi terutama low freq akibat perbedaan fasa sebanyak 180 derajat.

3.    Diameter Maksimum/Kedalaman Speaker
Hitung secara cermat diameter dan kedalaman dari lubang standar speaker pada mobil anda. Dan pertimbangkan pula juga besar magnet, dan letak terminal, serta ketebalan bibir speaker Anda, terhadap door panel Anda. Tidak boleh ada halangan apapun diantara speaker dan door panel (clearance).

4.    Sensitivity
Spesifikasi ini memberikan deskripsi seberapa besar suara yg dapat dihasilkan speaker dari sumber power amplifier yg terhubung dengan speaker. Apabila dalam sistim audio mobil udah terpasang headunit standard, maka tentukan speaker dengan nilai sensitivity yang tinggi dapat sesuai dengan sistim audio anda.

Namun andaikan udah memakai power amplifier aftermarket/branded maka mencari speaker mobil yang punya nilai sensitivity rendah jikalau disupply dengan power yang cukup maka speaker mobil dapat membuahkan suara yg terbaik.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cart
Your cart is currently empty.